Langsung ke konten utama

Bangunan Ramah Lingkungan


  • Bangunan di Indonesia

Upaya PT Pacific Place Jakarta untuk menjalankan praktek efisiensi energi sejak tahun 2010 berbuah manis. Pada Senin 17/3 lalu Pacific Place Mall dinobatkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) sebagai pusat perbelanjaan pertama di Indonesia yang ramah lingkungan kategori Platinum.


Menurut H.V. Jovellana,Jr, COO PT Pacific Place Jakarta, sertifikasi ini tidak hanya menguntungkan bagi kelestarian lingkungan tetapi juga menghasilkan benefit dari sisi bisnis. “Kami mengaplikasikan praktek  hemat energy dengan cara recycle, reschedule, readjust dan replacing masing-masing bisa menekan biaya operasional hingga 25 % setiap bulan,” jelas Jovellana.
Prinsip hemat energi yang digunakan oleh pacific place dilaksanakan dalam dua tahap yaitu Short Term Investment dan Middle Term Investment. Shirt Term Investmen adalah investasi yang dilaksanakan lewat praktek reschedule, recycle dan readjust.
Jovellana mencontohkan, untuk penghematan energi listrik dilakukan reschedule indoor lighting. Jika sebelumnya, penerangan dalam mall Pacific Place dinyalakan sejak pukul 9.30 WIB, maka jadwalnya dimundurkan hingga pukul 9.40 WIB, dengan demikian mereka telah menghemat 10 menit energi listrik yang akan dipakai dalam satu hari.

Praktek short term investment lainnya adalah readjust, di mana salah satu langkahnya adalah dengan mengoperasikan penyejuk udara dengan satu derajat lebih tinggi dari sebelumnya. Selain itu PT Pacific Place juga memanfaatkan air daur ulang guna memenuhi kebutuhan air di luar dan dalam gedung. Pada investasi jangaka menengah atau middle term, menurut Jovellana mereka menginvestasikan pada penggantian alat pendingin dan lampu dengan teknologi baru yang memiliki kemampuan saving energi.

  •        Bangunan di Luar Negeri



The Bullitt Centre adalah sebuah gedung berlantai 6 dan berukuran 52.0002 kaki yang dirancang untuk bertahan selama 250 tahun.gedung ini dibawah bimbingan Denis Hayes, Presiden Bullit Foundation.
Terletak di antara Capitol Hill dan Distrik Pusat, lokasi Bullitt Centre dipilih secara strategis karena "visibilitas dan aksesibilitasnya yang tinggi" di lingkungan yang didominasi perumahan yang mencari pengembangan komersial. Bersebelahan dengan pusat kota, Bullitt Centre dekat dengan banyak pilihan transportasi, dengan lebih dari 20 rute bus, jalur mobil jalan, dan stasiun Light Rail yang akan segera selesai, semuanya dalam jarak setengah mil.
Untuk menjadi Living Building bersertifikat, sebuah proses yang jauh lebih ketat daripada sertifikasi LEED, sebuah bangunan harus memenuhi 20 kriteria ketat - termasuk sepenuhnya swasembada (bersih nol) untuk air dan energi selama periode satu tahun. Bullitt Centre masih memiliki dua kriteria lagi yang harus dipenuhi sebelum akan mendapatkan sertifikasi.
Desain fisik Bullitt Centre dilakukan sedemikian rupa untuk memaksimalkan sumber daya energi alam dan mendorong praktik ramah lingkungan. Sengaja tidak ada parkir di lokasi, dengan garasi sepeda besar sebagai gantinya dan kamar mandi di setiap lantai untuk mendorong lebih banyak penyewa untuk bersepeda ke kantor. Lift di gedung memerlukan akses kartu kunci dan sengaja tidak terlihat untuk mencegah penggunaan. Sebaliknya, tangga yang indah, yang oleh Dennis Hayes disebut sebagai "tangga yang tak tertahankan," adalah fitur yang paling menonjol untuk transportasi di gedung dengan pemandangan pusat kota. Untuk memungkinkan cahaya alami optimal, bangunan dirancang untuk lebih sempit, kolom yang berdekatan dan plafond yang tinggi dan jendela 10 kaki.
Agar energi dan karbon netral, Bullitt Centre menggunakan inovatif baru untuk air listrik dan pemanas. Dengan menggunakan panel surya atap seluas 14.0002 kaki yang menghasilkan lebih dari 230.000 kilowatt jam per energi setiap tahunnya, bangunan ini menghasilkan lebih banyak energi daripada menggunakannya.
Untuk pemanasan, Bullitt Centre menggunakan sistem pompa panas yang mengambil panas matahari di tanah dari hari-hari musim panas dan memindahkannya kembali ke gedung selama musim dingin. menyediakan isolasi dan efisiensi energi yang lebih baik.
Untuk air, Bullitt Centre sepenuhnya mandiri. Lubang-lubang di atap bangunan memungkinkan air hujan dikumpulkan, yang kemudian digunakan kembali untuk kebutuhan bangunan. Tangki air besar di ruang bawah tanah dapat menampung hingga 56.000 galon air, meskipun hanya 500 galon diperlukan untuk konsumsi sehari-hari. Bangunan ini juga memiliki satu-satunya sistem toilet kompos enam lantai di dunia, yang mengubah kotoran manusia menjadi pupuk.

Komentar